Perayaan 30th Industri Selular

Mengenal Lebih Dalam Tentang Perayaan 30th Industri Seluler
Tahukah Anda mengenai perayaan 30th Industri seluler? Pada dasarnya, kegiatan ini tidak beda jauh seperti perayaan anniversary. Namun, tentunya perayaan ini mempunyai wajah yang berbeda dan tidak biasa dibandingkan dengan perayaan-perayaan lainnya.Sejarah Awal Mula Perayaan 30th Industri Seluler
Industri telekomunikasi seluler di Tanah Air, rupanya sudah mencapai usia 30 tahun lamanya setelah pertama kali diperkenelkan pada tahun 1984. Perjalanan telekomunikasi ini dimulai dengan kehadiran NMT atau Nordic Mobile Phone dengan penyematan sistem analog di mana produk tersebut dikembangkan oleh The Telecommunication Administration of Sweden di Norwegia, Finlandia dan juga Denmark.Perjalanan itu pun tidak pernah terhenti, setahun setelahnya, teknologi kembali bergeser kepada produk NMT dengan tambahan modifikasi menggunakan sistem AMPS atau Advance Mobile Phone System.
Ketika penggunaan teknologi itu berlangsung, setidaknya ada 4 operator yang menggunakan pengadaan sistem ini. operator tersebut adalah PT Rajasa Hazanah Perkasa, PT Elektrindo Nusantara, PT Centralindo Telekomindo dan PT Panca Sakti.
Kehadiran operator GSM pun melatarbelakangi kemunculan perusahaan operator-operator GSM di Indonesia. Beberapanya adalah seperti PT Satelit Palapa Indonesia (Satelindo) ang tidak lain adalah operator GSM pertama di mana dalam pengaplikasiannya menggunakan SIM Card pada tahun 1994.
Kehadiran GSM
Perayaan 30th industri selular diawali dengan perjalan yang tidak sebentar. Ketika sampai pada tahun 1993, industri jaringan GSM atau Global System for Mobile Communication pun mulai digalakan di Indonesia. Industri ini pun ditandai dengan adanya proyek percobaan seluler digital dari PT Telkom yang berpusat di Pulau Batam dan Bintan. Seiring dengan berubahnya zaman, operator GSM pun semakin marak dan lebih berkembang, salah satunya juga di Indonesia.Kehadiran operator GSM pun melatarbelakangi kemunculan perusahaan operator-operator GSM di Indonesia. Beberapanya adalah seperti PT Satelit Palapa Indonesia (Satelindo) ang tidak lain adalah operator GSM pertama di mana dalam pengaplikasiannya menggunakan SIM Card pada tahun 1994.
Kemudian hal tersebut pun disusul oleh Telkomsel yang mana didirikan oleh PT Telkom pada 1995. Tak sampai di situ, dunia operator GSM semakin marak dengan kemunculan PT Excelcomindo Pratama pada 1996 hingga akhir 1999, jutaan pelanggan seluler Indonesia mulai menggunakan produk-produk tersebut.
Berbarengan kemunculan layanan SMS, Nokia pun hadir menjadi brand media produk elektronik sebagai penyedia jaringan telekomunikasi dan sangat populer. Hingga tahun 2002, penyedia jaringan lain pun yang tidak lain adalah Ericsson dan Alcatel mulai masuk dan merambah ke Indonesia dan selang beberapa tahun dibukalah perayaan 30th industri selular.
Selang beberapa tahun, tepatnya pada 2006, Hutchinson mulai masuk ke Indonesia dengan produk Three-nya yang populer dan disusul juga oleh Axis tahun 2008. Bahkan perkembangan industri telekomunikasi seluler itu pun semakin berkembang dengan kehadiran produk-produk ponsel pintar yang bisa lebih memudahkan penggunanya.
Kemunculan Layanan SMS
Kemunculan operator-operator GSM di Indonesia pun semakin berkembang dan banyak digunakan oleh masyarakat. Hingga pada tahun 200, layanan Short Message Service atau SMS pun mulai digandrungkan. Sebagaimana yang diketahui, bahwa SMS ini adalah sebuah layanan atau fitur di mana Anda bisa mengirimkan pesan singkat lewat telepon gengam dengan bantuan jaringan seluler dari operator.Berbarengan kemunculan layanan SMS, Nokia pun hadir menjadi brand media produk elektronik sebagai penyedia jaringan telekomunikasi dan sangat populer. Hingga tahun 2002, penyedia jaringan lain pun yang tidak lain adalah Ericsson dan Alcatel mulai masuk dan merambah ke Indonesia dan selang beberapa tahun dibukalah perayaan 30th industri selular.
Munculnya Era CDMA
Pada 2003 pun era CDMA mulai berkembang dan hadir di Indonesia. Kemunculun era CDMA pun dimulai dengan adanya Esia dan Flexi yang diluncurkan oleh Telkom. Kehadiran era ini pun membuat industri seluler cukup meningkat lebih pesat, bahkan peningkatannya pun sangat tinggi dengan alasan tarif yang diberlakukannya sangat murah ditambah adanya fitur handset.Selang beberapa tahun, tepatnya pada 2006, Hutchinson mulai masuk ke Indonesia dengan produk Three-nya yang populer dan disusul juga oleh Axis tahun 2008. Bahkan perkembangan industri telekomunikasi seluler itu pun semakin berkembang dengan kehadiran produk-produk ponsel pintar yang bisa lebih memudahkan penggunanya.
Perkembangan dan Perayaan 30th Industri Seluler
Perkembangan industri seluler pun tidak hanya berhenti sampai kemunculan beberapa produk dari para perusahaan di bidang industri seluler. Pada akhir tahun 2011, dilansir dari data ATSI atau Asosiasi Telepon Seluler Indonesia, pengguna layanan seluler ini pun semakin meningkat hingga mencapai 240 juta pengguna lebih. Tak hanya itu, perkembangannya pun semakin diperkuat dengan kehadiran teknologi internet yang bisa langsung diakses melalui telepon.Setelah sampai tiga dekade terakhir, Indonesia menggelar sebuah Perayaan 30th Industri Selular yang pertama kali dengan mengadakan event Selular Congress 2016. Tema yang diusung pada perayaan ini adalah ‘3 Dekade Industri Selular: When Everything Becomes Digital’. Tujuan pengadaan acara ini adalah untuk menguatkan paradigma masyarakat bahwa Indonesia pun bisa dan mampu berkembang lebih baik lagi di dunia industri seluler untuk meningkatkan pertumbuhan ekonominya.
Selain itu, perayaan 30th industri selular ini pun diharapkan bisa menjadi pemicu semangat untuk pertumbuhan peluang usaha di bidang apapun. Bahkan diharapkan juga bisa mempercepat pertumbuhan ekosistem digital, memberikan ruang untuk berbagi dan memperluas jaringan bagi kalangan-kalangan baik pebisnis ataupun masyarakat lainnya.
Acara yang Dihadirkan di Selular Congress
Pada perayaannya, acara ini diisi oleh berbagai macam kegiatan. Seperti, penggabungan acara mulai dari konferensi, pameran kilas balik tiga dekade perkembangan industri selular, diskusi panel yang juga menggandeng Menkominfo juga beberapa stakeholders, penerbitan beberapa buku, hingga Selular Award.Pada acara conference, itu terbagi lagi ke dalam 4 tema. Pada tema-tema ini menghadirkan sekaligus 3 pembicara yang terjun langsung di dunia industri selular. Tema-tema tersebut pun yakni; Saatnya Memaksimalkan IoT (Internet og Things), The Power of Apps, Cerdik Memanfaatkan Ledakkan Konten Video, serta Laju dan Inovasi Digital Payment Tak Lagi Tertahankan. Tema-tema ini diambil dengan memerhatikan fenomena dan harapan yang ingin dikembangkan di dunia seluler.
Sementara untuk buku yang diluncurkan pun berjumlah 2 buku. Yang mana judul pertama adalah Tiga Dekade Industri Selular: When Everything Becomes Digital yang tidak lain sama dengan tema dari perayaan 30th industri selular, serta buku dengan judul 30 Profil Tokoh dan Eksekutif Selular. Kedua buku tersebut merupakan persembahan untuk industri selular di Indonesia yang saat itu sudah mulai memasuki usia matang.
Selular Award
Pada perayaan 30th Industri selular, seperti yang diketahui bahwa diisi juga oleh acara Awarding atau penganugerahaan penghargaan bagi orang-orang atau perusahaan yang memang pantas menadapatkannya. Selular award ini dilakukan melalui proses penilaian dengan panel tim redaksi dan juga survei secara online. Survei online pun dilakukan untuk penilaian beberapa kategori seperti operator, sementara produk ponsel langsung dari panel tim redaksi SMG (Selular Media Group). Penghitungan suara ini melibatkan responden sebanyak 1.655 dari seluruh masyarakat Indonesia.Dalam pagelarannya, perayaan award ini mengantongi Telkomsel sebagai Operator terbaik. Berbarengan dengan Samsung yang dinobatkan sebagai produk smartphone terbaik melalui produknya yaitu Samsung Galaxy S7.
Tak hanya itu, banyak juga nama-nama lain yang menjadi pemenang dari Selular Award ke-13 di perayaan 30th Industri Selular ini, beberapanya seperti Best Local App yang diraih Traveloka, Best E-Commerce oleh Bukalapak, Best CEO oleh Ririek Adriansyah yang merupakan direktur Telkomsel, hingga favorite 4G Provider yang disabet oleh BOLT! 4G Ultra LTE, dan masih banyak lagi.
Tak hanya itu, perusahaan ternama Ericsson pun menyebut bahwa teknologi LTE mendominasi berbagai jaringan internet di industri selular, tak terkecuali di Indonesia. Peningkatan ini tentunya adalah peluang dan keuntungan terbaru bagi operator seluler. Dari situ bisa diambil kesimpulan bahwa saat ini internet memang sudah memasuki segala sendi kehidupan. Dan fenomena ini harus sangat dimanfaatkan dan dimaksimalkan untuk mendorong perubahan positif bagi kehidupan.
Manfaat itu pun sudah mulai dirasakan oleh beberapa pengguna. Dari mulai kemudahan akses menuju segala hal melalui internet, baik untuk proses belajar, mencari informasi, hingga menunjang program bisnis sekalipun. Perkembangan industri seluler di bidang jaringan operator dengan penambahan internet ini tentu membawa perubahan tersendiri bagi masyarakat yang jadi lebih melek dunia digital dan teknologi.
Dengan adanya big data, maka Anda bisa lebih mudah dalam mengambil keputusan karena adanya sejumlah data yang sangat banyak untuk dijadikan bahan pertimbangan. Tak hanya itu, big data ini pun sangat berpengaruh untuk bisnis. Anda bisa memanfaatkan big data ini untuk melihat bagaimana variasi dan volume para konsumen, bagaimana kesesuaiannya, hingga nilai pasar dari bisnis Anda tersebut. dengan begitu, pendapatan pun bisa lebih banyak dan berkembang bukan? Apalagi didukung dengan kehadiran industri seluler yang memudahkan pendapatan big data tersebut.
Saat ini banyak anak bangsa yang mulai cerdik mengelola industri seluler dan digital menjadi sebuah aplikasi-aplikasi yang berguna dan membantu masyarakat. Bahkan dari perkembangan industri selular yang semakin mantap, kini pun mulai booming aplikasi transportasi online dan sebagainya. Tentu hal ini sangat memicu masyarakat untuk terus berkreasi dan berinovasi.
Pada intinya, perayaan 30th industri selular ini memang sebuah kegiatan yang merupakan tombak dari perjuangan dan awal perjalanan dunia industri selular di Indonesia. Dengan acara tersebut, diharapkan masyarakat mampu lebih mengembangkan industri seluler ke arah yang lebih baik melihat perjalannannya yang tidak sebentar.
Dampak Acara Perayaan Industri Selular
Kehadiran acara Selular Congress tentunya tidak lepas dari kesan dan pesan yang dibawanya. Dalam kata lain adalah terdapat dampak juga yang dihadirkan melalui pelangsungan acara tersebut. setidaknya, dari perayaan industri seluler yang ke 30 tahun itu, ada dampak yang ditimbulkan sebagaimana berikut ini.Peningkatan Pendapatan IoT
Seperti yang sudah dibahas sebelumnya bahwa kegiatan perayaan 30th industri selular pun diisi oleh conference dengan salah satu tema “Saatnya Memaksimalkan IoT (Internet of Things)”. Rupanya, hal ini pun merambah dan berdampak pada kelangsungan dunia industri seluler itu sendiri. dikabarkan oleh Lembaga Riset e-Marketer bahwasanna pengguna smartphone di Indonesia meningkat dari 55 juta pada 2015, menjadi lebih dari 100 juta pada 2018 lalu.Tak hanya itu, perusahaan ternama Ericsson pun menyebut bahwa teknologi LTE mendominasi berbagai jaringan internet di industri selular, tak terkecuali di Indonesia. Peningkatan ini tentunya adalah peluang dan keuntungan terbaru bagi operator seluler. Dari situ bisa diambil kesimpulan bahwa saat ini internet memang sudah memasuki segala sendi kehidupan. Dan fenomena ini harus sangat dimanfaatkan dan dimaksimalkan untuk mendorong perubahan positif bagi kehidupan.
Manfaat itu pun sudah mulai dirasakan oleh beberapa pengguna. Dari mulai kemudahan akses menuju segala hal melalui internet, baik untuk proses belajar, mencari informasi, hingga menunjang program bisnis sekalipun. Perkembangan industri seluler di bidang jaringan operator dengan penambahan internet ini tentu membawa perubahan tersendiri bagi masyarakat yang jadi lebih melek dunia digital dan teknologi.
Perkembangan Big Data
Tak hanya memberikan dampak pada kemajuan teknologi internet yang sudah merambah ke segala sendi kehidupan, perayaan 30th Industri selular ini pun menjadi tolok ukur dari perkembangan big data khususnya di Indonesia. Seperti yang diketahui, big data ini merupakan kumpulan data yang sangat besar dan banyak. Pasalnya, big data ini bisa dimanfaatkan untuk membawa revolusi baru bagi perkembangan bisnis.Dengan adanya big data, maka Anda bisa lebih mudah dalam mengambil keputusan karena adanya sejumlah data yang sangat banyak untuk dijadikan bahan pertimbangan. Tak hanya itu, big data ini pun sangat berpengaruh untuk bisnis. Anda bisa memanfaatkan big data ini untuk melihat bagaimana variasi dan volume para konsumen, bagaimana kesesuaiannya, hingga nilai pasar dari bisnis Anda tersebut. dengan begitu, pendapatan pun bisa lebih banyak dan berkembang bukan? Apalagi didukung dengan kehadiran industri seluler yang memudahkan pendapatan big data tersebut.
Membuat Masyarakat Lebih Berinovasi
Mempunyai inovasi yang baru dan menarik bukan hanya membuat Anda dinilai cerdik, namun juga bisa membuat Anda mendapatkan keuntungan. Bagaimana tidak, pada perayaan 30th industri seluler, sudah diadakan pemberian penghargaan pada orang-orang yang punya andil dan sangat berinovasi memajukan dunia digital juga seluler. Dari kehadiran dan perkembangan industri telekomunikasi seluler pun mempunyai dampak untuk memacu masyarakat akan berlomba dalam menciptkan inovasi.Saat ini banyak anak bangsa yang mulai cerdik mengelola industri seluler dan digital menjadi sebuah aplikasi-aplikasi yang berguna dan membantu masyarakat. Bahkan dari perkembangan industri selular yang semakin mantap, kini pun mulai booming aplikasi transportasi online dan sebagainya. Tentu hal ini sangat memicu masyarakat untuk terus berkreasi dan berinovasi.
Pada intinya, perayaan 30th industri selular ini memang sebuah kegiatan yang merupakan tombak dari perjuangan dan awal perjalanan dunia industri selular di Indonesia. Dengan acara tersebut, diharapkan masyarakat mampu lebih mengembangkan industri seluler ke arah yang lebih baik melihat perjalannannya yang tidak sebentar.
0 Response to "Perayaan 30th Industri Selular"
Post a Comment